x

Dua Titik Karhutla Terdeteksi di Momiwaren, Polisi dan Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

waktu baca 3 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 22:47 5 Ismaya Rosita

Manokwari Selatan — Dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Jumat (21/8/2026). Kebakaran terjadi di Kampung Kamiyani dan Kampung Dembek.

Informasi mengenai dua titik api tersebut terpantau melalui sistem Hotspot Sipongi. Menindaklanjuti temuan itu, personel Polres Manokwari Selatan yang berada dalam jangkauan terdekat langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Di Kampung Kamiyani, personel mendapati titik api berada di kawasan hutan dan rerumputan yang mencakup area lahan gambut. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat api dengan cepat meluas, terutama karena wilayah Manokwari Selatan saat ini tengah menghadapi musim kemarau.

Petugas kemudian melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak menjalar ke lokasi lain. Dengan menggunakan peralatan seadanya, personel berhasil memadamkan titik api yang berada di sekitar akses jalan utama Manokwari-Bintuni.

Meski demikian, sejumlah lahan hutan di sekitar lokasi masih terbakar. Keterbatasan peralatan pendukung membuat petugas memprioritaskan pemadaman pada bagian yang berada di sekitar jalan utama guna mencegah gangguan dan membahayakan pengguna jalan.

Kebakaran kemudian kembali ditemukan di Kampung Dembek, tepatnya di belakang Gereja Jemaat Bathel, Distrik Momiwaren. Karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga, personel kepolisian segera berkoordinasi dengan pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Manokwari Selatan.

Tim pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dan melakukan pemadaman bersama personel Polres Manokwari Selatan dan Polsek Ransiki. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan personel TNI yang menggunakan truk tangki milik Rindam Kasuari untuk membantu menyuplai air.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api meluas dan mengancam permukiman maupun aktivitas masyarakat.

“Personil Kepolisian secara bersama-sama dan bersinergi baik TNI dan Pemerintahan setempat terus melakukan upaya pemadaman di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas, khususnya karena kondisi cuaca yang cukup panas dan kering,” ujar Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih dalam kondisi musim kemarau panjang. Menurutnya, pembakaran lahan dapat dengan mudah memicu kebakaran yang sulit dikendalikan ketika vegetasi dalam kondisi kering.

“Pembukaan lahan dengan cara membakar sangat berisiko, apalagi saat curah hujan rendah dan kelembapan juga rendah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang dapat menyebabkan karhutla dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat,” katanya.

Berdasarkan laporan sementara di lapangan, dugaan penyebab kebakaran berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi musim kemarau panjang di Manokwari Selatan turut mempercepat keringnya vegetasi sehingga api berpotensi lebih cepat menjalar.

Polda Papua Barat bersama jajaran, kata Trihadi, akan terus melakukan pemantauan titik api selalu bersama-sama BMKG terhadap rawan karhutla dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan serta penanganan kebakaran di wilayah Papua Barat.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x