x

Jangan Cuma Sumpah Alquran dan Injil, Abdul Sekjen Kompaja. Sumpah Adat Sakral untuk Gubernur-Bupati di Seluruh Indonesia

2 minutes reading
Saturday, 26 Sep 2026 12:06 28 Ismaya Rosita

Jakarta – Abdul Sekjen (KOMPAJA). Komonitas Papua Jakarta. Beri masukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh kepala daerah di Nusantara untuk mengembalikan kesakralan sumpah jabatan melalui sumpah adat. dalam keterangannya di Jakarta, sabtu (26/9/2026).

Menurut sekjen kompaja, Negara Republik Indonesia adalah negara nusantara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan beribu-ribu suku yang tersebar di kepulauan maupun daratan. Namun, selama ini para kepala pemerintahan tidak pernah melaksanakan sumpah adat.

“Yang saya minta kepada Presiden Prabowo dan kepala-kepala daerah di seluruh nusantara bahwa selama ini yang saya lihat para kepala pemerintahan tidak pernah ada sumpah adat. tegas abdul.

Sekjen kompaja abdul menilai, sumpah jabatan selama ini hanya sebatas sumpah dengan kitab suci, baik Al-Qur’an maupun Injil. Padahal, sebagai anak adat yang lahir, hidup dan besar dengan adat, sumpah adat jauh lebih sakral dan mengikat.

“Sumpah jabatan tidak boleh lagi kita pakai hanya dengan kitab suci entah itu Al-Qur’an atau Injil, tapi kita harus laksanakan dengan sumpah adat yang pertama sebagai orang adat,” tegasnya.

“Perlu ada pelantikan secara sakral dengan adat, makan tanah, minum air tanah, mandi air tanah. Kenapa demikian? Agar kita sebagai pimpinan kepala daerah entah itu gubernur, bupati maupun walikota jangan bicara adat saja,” kata abdul.

Sekjen menambahkan, tubuh manusia terdiri dari beberapa unsur, yakni api, angin, dan air. Jika seorang pemimpin mengkhianati sumpah adat di hadapan rakyatnya, maka akan ada kutukan dan sanksi adat yang sangat sakral.

“Apabila kita khianati sumpah adat di hadapan rakyat kita maka Allah akan mengutuk kita maupun akan memberikan sanksi adat dengan hukuman yang mana tentu kita tahu hukuman adat sangat sakral,” ungkapnya.

Selama ini, kata abdul, banyak pemimpin di Papua khususnya yang hanya bicara adat, namun belum pernah sekalipun dilantik secara adat.

“Kita bicara adat tapi belum pernah lihat seorang kepala daerah apalagi kita orang Papua bicara adat tapi belum pernah kepala daerah entah itu bupati, gubernur dilantik dengan adat makan tanah minum tanah mandi air tanah, tidak ada sampai hari ini,” pungkasnya.

Ditambahkan ustadz ismail asso Salah satu tokoh Muslim Papua menilai, masukan tersebut sangat bagus dan relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Karena ternyata terbukti orang korupsi semua ini kan. Jadi sistem religiusitas masyarakat Republik Indonesia ini juga dapat dipertanyakan. Sehingga apa yang disampaikan Sekjen (kompaja) Komonitas Papua Jakarta. ya ke depan bisa diperbaiki,” tuturnya.(rd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI

LAINNYA
x