Papua – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Polda Papua melalui program dialog interaktif Polisi Menyapa mengangkat tema “Jamin Ketersediaan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Bulan Suci Ramadhan” ini disiarkan langsung dari Stasiun LPP RRI Jayapura untuk memberikan kepastian langsung kepada masyarakat terkait ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, Kamis pagi (12/02/2026).
Hadir sebagai narasumber Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kadis Perindag Provinsi Papua Anthon Imbenai, S.Ag., M.Si., serta Kanit 2 Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua AKP Fredy Nixon J. Simatauw, S.H., M.H. Dialog dipandu oleh presenter Arul Firmansyah dan berlangsung interaktif dengan melibatkan pendengar melalui sambungan telepon.
Dalam pemaparannya, AKP Fredy Nixon menjelaskan bahwa Satgas Pangan Polda Papua secara rutin memantau harga dan rantai distribusi bahan pokok di lapangan. Ia menegaskan bahwa tugas utama Satgas Pangan adalah memastikan rantai pasok tidak terputus, karena gangguan distribusi menjadi faktor utama yang memicu inflasi di Papua.
“Kami setiap hari turun memantau harga di pasar, mengecek langsung ke distributor, melihat gejala apa yang menyebabkan kenaikan. Rantai pasok harus berkesinambungan, tidak boleh terputus. Selama rantai pasok aman, inflasi bisa kita kendalikan,” jelasnya.
Ia mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti rica padi, rica keriting, dan bawang merah. Namun menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi faktor alam, terutama dampak banjir di Arso yang mengganggu pasokan dari sentra produksi.
“Ini gejolak lapangan yang memang di luar kemampuan Satgas Pangan. Namun pasokan dari Merauke sudah mulai masuk dan harga dipastikan akan kembali stabil,” ujarnya.
Kadis Perindag Provinsi Papua Anthon Imbenai menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh distributor, Bulog, dan Pertamina guna memastikan tidak hanya stok barang aman, tetapi juga distribusi berjalan lancar hingga ke daerah pesisir dan pegunungan.
“Dari laporan distributor, stok bapok aman hingga dua bulan setelah hari raya. Kami juga memastikan BBM tersedia untuk mendukung distribusi. Pengawasan kami bukan hanya di gudang distributor, tetapi turun langsung ke pasar setiap hari,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa komoditas lokal seperti cabai, merica, dan telur memang mengalami kenaikan harga, namun hal tersebut dinilai sebagai mekanisme pasar yang masih dalam batas wajar karena tingginya permintaan menjelang hari raya serta kebutuhan program makan gratis yang menyerap pasokan telur dalam jumlah besar.
“Satgas Pangan ada sampai ke tingkat Polres. Setiap Kasat Reskrim wajib memantau harga di wilayahnya. Kami juga memantau mitra Bulog di pasar seperti Hamadi dan Pasir II untuk memastikan harga tetap sesuai HET,” jelasnya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P menegaskan bahwa kehadiran Polda Papua dalam dialog publik ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus komitmen Polri dalam menjamin rasa tenang warga menjelang Bulan Suci Ramadhan.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat merasa tenang menjelang Ramadhan. Melalui dialog ini kami ingin menyampaikan secara terbuka bahwa ketersediaan bahan pokok di Papua dalam kondisi aman, distribusi terpantau, dan harga terus diawasi bersama instansi terkait. Masyarakat tidak perlu panik atau khawatir karena pemerintah dan kepolisian bekerja setiap hari memantau situasi di lapangan,” tegas Kombes Pol Cahyo.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan atau kenaikan harga yang belum tentu benar, serta mengajak warga untuk aktif melaporkan apabila menemukan praktik penimbunan atau permainan harga di pasar.
“Jika ada temuan di lapangan, silakan laporkan. Satgas Pangan Polda Papua bersama Dinas Perdagangan siap menindaklanjuti. Kami ingin memastikan Ramadhan di Papua berlangsung dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh ketenangan,” tutupnya.(rd)
Leave a comment