Papua – Menjaga Papua tetap kondusif menjelang akhir tahun merupakan ikhtiar kolektif yang mencerminkan kedewasaan berbangsa sekaligus komitmen bersama untuk memastikan seluruh masyarakat merasakan suasana aman, damai, dan penuh harapan pada momentum penutup tahun. Papua, dengan kekayaan alam, budaya, dan keberagaman sosialnya, memiliki posisi strategis dalam mozaik kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu, stabilitas dan ketenangan di wilayah ini bukan hanya menjadi kepentingan lokal, tetapi juga kepentingan nasional.
Menjelang akhir tahun 2025, aktivitas masyarakat cenderung meningkat, mulai dari perayaan keagamaan, masa libur panjang, hingga pergerakan ekonomi yang semakin dinamis. Dalam konteks tersebut, kondusivitas menjadi prasyarat utama agar seluruh potensi positif Papua dapat berkembang secara optimal tanpa terhambat oleh gangguan keamanan maupun ketegangan sosial. Pemerintah bersama aparat keamanan terus menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas melalui pendekatan yang semakin humanis, dengan mengedepankan dialog, perlindungan masyarakat sipil, serta penghormatan terhadap kearifan lokal. Pendekatan ini dinilai penting karena Papua bukan sekadar ruang geografis, melainkan ruang sosial yang sarat nilai, sejarah, dan identitas.
Peran tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat sipil menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana damai yang berkelanjutan. Kelompok-kelompok ini memiliki kedekatan emosional serta legitimasi sosial di tengah masyarakat. Sinergi antara negara dan elemen masyarakat terbukti mampu meredam potensi gesekan serta memperkuat semangat persaudaraan, khususnya menjelang akhir tahun yang kerap diwarnai berbagai agenda besar. Kondusivitas Papua juga tidak terlepas dari upaya percepatan pembangunan yang dilakukan secara inklusif, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Ketika masyarakat merasakan kehadiran negara secara nyata dan adil, rasa memiliki terhadap stabilitas akan tumbuh secara alami.
Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Indonesia, Pendeta Dr. Yones Wenda, menyatakan dukungan penuh terhadap aparat keamanan dalam menjaga situasi Papua tetap aman dan kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia juga menilai perhatian pemerintah pusat, termasuk melalui berbagai program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, telah dirasakan langsung oleh masyarakat Papua dan menghadirkan harapan akan masa depan yang lebih baik. Menurutnya, implementasi program-program tersebut turut menciptakan suasana yang semakin damai dan tenteram di tengah masyarakat.
Akhir tahun seharusnya menjadi momentum refleksi dan penguatan harapan, bukan kecemasan. Oleh karena itu, menjaga keamanan berarti membuka ruang bagi masyarakat Papua untuk merayakan kebersamaan, menjalankan ibadah dengan khusyuk, serta menyongsong masa depan dengan optimisme. Media massa dan ruang digital juga memiliki peran strategis dalam menjaga suasana kondusif dengan menyajikan informasi yang berimbang, menyejukkan, dan tidak provokatif. Narasi positif dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus menekan penyebaran disinformasi yang berpotensi memicu ketegangan.
Selain aspek keamanan dan pembangunan, upaya menjaga Papua tetap kondusif menjelang akhir tahun juga berkaitan erat dengan penguatan kohesi sosial dan rasa saling percaya di tengah masyarakat. Momentum perayaan keagamaan dan tradisi lokal menjadi ruang penting untuk mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan kelompok sosial. Nilai-nilai kearifan lokal Papua yang menjunjung tinggi musyawarah, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam merawat kedamaian.
Pendeta Yones Wenda juga mengajak seluruh masyarakat Papua dari berbagai elemen, termasuk hingga ke wilayah pelosok, untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, ketenangan, dan kedamaian menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia mengimbau masyarakat agar menghindari segala bentuk provokasi dan tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan, sehingga seluruh umat dapat merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru dengan penuh sukacita dan kedamaian.
Lebih jauh, menjaga Papua tetap kondusif merupakan wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Tantangan tentu masih ada, namun dengan komunikasi yang terbuka, penegakan hukum yang adil, serta komitmen bersama untuk mengedepankan nilai kemanusiaan, Papua dapat terus melangkah sebagai tanah damai yang penuh harapan.
Menjelang akhir tahun, saat banyak orang menutup lembaran lama dan membuka harapan baru, Papua layak mendapatkan suasana yang aman dan tenteram sebagai pijakan menuju tahun yang lebih baik. Dengan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat akar rumput, kondusivitas Papua bukan sekadar target jangka pendek, melainkan fondasi jangka panjang bagi kemajuan, kesejahteraan, dan persatuan bangsa.(rd)
Leave a comment